alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Reaksi Karni Ilyas Disebut Pro Prabowo, Mahfud MD Jokowi oleh Sujiwo Tejo
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d278d2c09b5ca5fb97634ff/reaksi-karni-ilyas-disebut-pro-prabowo-mahfud-md-jokowi-oleh-sujiwo-tejo

Reaksi Karni Ilyas Disebut Pro Prabowo, Mahfud MD Jokowi oleh Sujiwo Tejo



Reaksi Karni Ilyas Disebut Pro Prabowo, Mahfud MD Jokowi oleh Sujiwo Tejo

Sujiwo Tejo meminta Mahfud MD dan Karni Ilyas menjadi saksi pernikahan anaknya.

Suara.com - Budayawan sekaligus wartawan senior Sujiwo Tejo membuat dua tokoh politik di Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne terkejut dengan pernyataannya, Selasa (2/7/2019) kemarin.

Saat gilirannya memberi tanggapan setelah para tokoh politik di depannya selesai berbicara, Sujiwo Tejo mengawali komentar dengan membandingkan respons presenter ILC Karni Ilyas dan eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, saat dimintai tolong menjadi saksi pernikahan anaknya.

"Tanggal 20 Juli saya nikahkan anakku, gitu aja. Pak Mahfud langsung oke jadi saksi, Pak Karni enggak jawab," katanya

Karni Ilyas langsung bertanya, "Tanggal berapa?"

"Tanggal 20 Juli," jawab Sujiwo Tejo.

"Dua puluh Juli, 20 Juli insyaAllah," sahut Karni Ilyas.

Lalu Sujiwo Tejo melanjutkan penjelasannya tentang respons Mahfud MD begitu diminta menjadi saksi pernikahan.

"Tapi enggak jawab-jawab. Pak Profesor (Mahfud MD) langsung kirim KTP untuk saksi," ungkapnya.

Karni Ilyas dan Mahfud MD pun tertawa dibuatnya.

Ia kemudian menjelaskan alasannya memilih Karni Ilyas dan Mahfud MD untuk menjadi saksi pernikahan anaknya pada 20 Juli nanti.

"Enggak, saya cuma mau ngomong, anak saya keturunan Madura, dapat orang Minang. Permintaannya cuma, 'Pak, saya carikan saksi Madura sama Minang,'" terang Sujiwo Tejo.

Selain daerah asal, alasan Sujiwo Tejo memilih keduanya ternyata juga berhubungan dengan politik.

Namun, ia mengaku tak mengerti mengapa langsung terlintas tokoh politik di kepalanya.

"Apa yang kepikir saya enggak tahu, tapi yang bergerak di saya kenapa politik?" tutur Sujiwo Tejo.

Maka dari itu, ia memilih Mahfud MD, karena berasal dari Madura. Tak hanya itu, ia juga blak-blakan menyebut Mahfud MD pendukung Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

"Saya langsung kepikir Pak Mahfud orang Madura, sebagai pro Jokowi," ujar Sujiwo Tejo.

Mahfud MD, yang duduk tepat di sebelahnya tanpa memegang mikrofon, hanya bisa menunjukkan ekspresi kaget mendengar anggapan tersebut. Matanya agak terbelalak dan mulutnya terbuka sedikit lebar, kemudian tertawa.

Sujiwo Tejo lalu melanjutkan, "Dan saya harus cari pasangan pro Prabowo, Pak Karni, gitu lo."

Seluruh isi studio sontak tertawa mendengar ucapan Sujiwo Tejo.

Kemudian Karni Ilyas berjalan sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Ia membantah, "Itu yang enggak benar."

"Enggak, tapi pronya kesannya Prabowo, Pak," sahut Sujiwo Tejo, masih membuat tertawa seluruh tamu di studio.
sumber

================

Hehe... Jadi ingat tulisan ini di beberapa surat kabar online :

"Di buku terbaruku itu pun aku gak eksplisit bilang siapa pemenang Pilpres .. tapi clue-cluenya banyak... via Mbok Jamu yg secantik Roro Mendut," lanjut Sujiwo Tejo dalam cuitan lain. Postingan ini pun menuai berbagai komentar dari netter di Twitter yang mencoba membagikan pemikirannya tentang pemenang Pilpres yang disampaikan oleh Sujiwo.

"Artine koyok e Pilpres dimenangkan oleh orang yang berpikir utk negara, mencari cara agar negara Jaya...ngoten mbah...ampun lok salah mbah..kulo anak muda Jancok mbah...heheheh," tulis netter.

"Baiklah, smoga clue2 yg aku tangkap dari si mbok jamu yg cantik itu benar sama sepertimu. Suwun mbahcuk," tutur yang lain.

"Pemenangnya memiliki nama mirip dgn raja jawa yg yg berkuasa di tanah Pajang," tulis lainnya.


2 tulisan netizen itu mencoba untuk membawa suasana menjadi fokus seolah ada salah satu capres saat itu yang tidak berpikir untuk negara, tidak berpikir buat kejayaan negara. Lantas siapakah capres yang dianggap berpikir untuk negara? Semua pasti mahfum dengan arahnya, yang suka teriak anti aseng, asing, asong. Satunya bilang, namanya mirip dengan raja Pajang. Dan nama Raja Pajang terakhir adalah Prabuwijaya. Coba sebut lagi namanya. Pra???????? Hehehe...

Budayawan itu apa sih? Apa yang menjadi tolak ukur seseorang dianggap budayawan? Seharusnya seorang budayawan tidak perlu genit ikut campur urusan pilpres atau dukung mendukung. Tapi orang ini terlalu naif, kalau tidak mau disebut banci. Coba tanya ke dia, siapa yang ada dalam pikirannya saat itu ketika berani bilang pilpres sudah selesai saat tahun 2018. Coba cocokan dengan keyakinan gw saat gw juga bilang sebenarnya pilpres sudah selesai jauh-jauh hari. Dia berani? Gak! Sampai sekarang dia gak membahas lagi hal itu. Artinya dia cuma bermaksud memperkaya diri dengan menjual buku karangannya tapi dengan menjual isu pemenang pilpres! Gak lebih!

Saat dia memframing bahwa Jokowi didukung Agnes Mo dan Prabowo didukung Nisa Sabyan, dia dengan entengnya memplot bahwa itu pertarungan antara Agnes Mo dengan Nisa Sabyan! Dengan narasi meracuni, menggiring opini, bermain dengan casing Agnes Mo versus Nisa Sabyan. Dan arahnya jelas. Dia pro Prabowo. Lantas kenapa dia masih saja keukeuh seolah tak berpihak? Mungkin bicara tentang dapur masa depan. Ada yang harus diselamatkan meskipun publik menilai bahwa budayawan ini justru terlihat seperti banci yang memakai dandanan lain agar identitasnya tidak diketahui umum!

Budayawan itu tidak dinilai dengan nyentriknya dandanan! Tidak dinilai dari kata-katanya yang dikesan-kesankan atau dipaksakan mengambang! Tidak dinilai dari kata-katanya yang sulit dimengerti. Budayawan itu, cukup berani bilang A ya A, B ya B. Seperti bilang bahwa Tari Pendet itu dari Bali, bukan Malaysia. Jangan diputar-putar penjelasannya seperti Anies bicara. Nanti bingung sendiri.

Dia memaksakan opini bahwa A mendukung si AB dan si B mendukung si BA sesuai maunya dia, tapi dia sendiri tak mau dicap mendukung BA meskipun auranya terang benderang. Justru lebih berani para ibu-ibu yang mendukung BA meskipun menyebar hoax dan diganjar bui.

Kalau yang katanya budayawan sudah tak punya nyali bicara tentang diri sendiri, buat apa bicara tentang orang lain? Jangan dulu bicara soal pilpres terhormat atau pemenang pilpres seperti selingkuhan. Akui dulu ya atau tidak. Masih tidak berani?

Itu banci namanya.


manutdloyalist dan 30 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh n4z1.v8
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Ra eespect sam si tejo..
masih mending cak Nun..
meski kadang nyeleneh...
manutdloyalist dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Tejo mah sejak 2014 tersirat secara terang benderang pilih wowok

Biarin ajalah,,, itu hak doi,, cuma ya bener ts sih, knp ga terang2 an aja tejo bilang pro wowok, toh bukan sesuatu yg melanggar pidana kalo doi memilih wowok

emoticon-Traveller
manutdloyalist dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
tejo mukanye banyak
manutdloyalist dan 3 lainnya memberi reputasi
Ra urus aku cuk
rizaradri dan simsol... memberi reputasi
Balasan post dawolong
Quote:


emoticon-Leh Uga Tejo itu versi lain Gerung, ... beda metode, pemilihan diksi dll, Caknun jg kadang kebablasen... anak2 ma'iyah itu jg lebih ganas loh dimedsos klo bliau dikritik, bully dsb..
tapi 3 tokoh itu pny kesamaan : sama2 pro probroro emoticon-Leh Uga
manutdloyalist dan 17 lainnya memberi reputasi
Panjng amat sih .... emoticon-Traveller
manutdloyalist dan 2 lainnya memberi reputasi
tulisannya di jp grup pun terkadang menggiring opini publik koqemoticon-Big Grin
manutdloyalist dan 7 lainnya memberi reputasi

Ga kenal, apakah yang botak itu yah?

manutdloyalist dan 2 lainnya memberi reputasi
setuju,gw lebih respect sama emak2 militan pendukung prabowo walau kadang gobloknya kebablasan tpi se tdknya mreka lebih jentel,ketimbang yg ngaku2 netral tetapi pendptnya tdk netral..
manutdloyalist dan 7 lainnya memberi reputasi
Siapa si?emoticon-Bingung
manutdloyalist dan 2 lainnya memberi reputasi
"Seharusnya seorang budayawan tidak perlu genit ikut campur urusan pilpres atau dukung mendukung."

Seharusnya dia lebih baik diam saja.

Agnes mo urusan gua.
manutdloyalist dan 2 lainnya memberi reputasi
namanya aja cowo komersil, makanya belagak netral krn butuh penggemar dr pihak manapun. tp yg namanya orientasi tetep kliatan
manutdloyalist dan 2 lainnya memberi reputasi
pemilu sudah selesai. tidak ada lg projok ato prowo.
yg ada skrg pro pemerintah ato oposisi. bang karni cuma pers media tv. klo mau oposisi ya fadlizon, pks, dkk.emoticon-Shakehand2
rizaradri memberi reputasi
bisa ajam paman tejo,surtinya mana paman?
rizaradri memberi reputasi
Manusia munafik berlindung dibalik topeng akademisi, budayawan, pengamat.

Bisa dibilang semua profesi yg diundang oleh TvOon dan yg mengaku netral.

Ex. Ruki Garong, ziti juhro, murkogito kumis, ependi ginjali, sasiwo tego

Coba liat komen komen mereka, seolah olah netral tapi narasi nya membangun menyalahkan pemerintah

Kl ada pengamat yg mulai netral dan benar benar netral maka ga akan diundang lagi

Ex. JE Sahetapy yg pernah memberikan tangapan sangat sangat netral
manutdloyalist dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Hahaha sudjiwo tedjo mah kentara banget dukung wowo

Sekarang udah aga mereda dia karena yg didukung udah kalah
rizaradri memberi reputasi
mantap
rizaradri memberi reputasi
gw rasa sih si tejo gerah dan khawatir ama kondisi cebong saat ini
mau diakui atau tdk,cebong itu bnyk jg yg membabi buta ngedukung nya,dan itu tuh bahaya,apalagi yg lg didukung itu lg pegang kekuasaan
Maka nya cebongers dan kampreters proporsional aja lah dlm ngedukung
jayguum dan 5 lainnya memberi reputasi
Justru ilc klo debat 2 pihak yg berlawanan dikasih kesempatan semua ga kek najwa
AntiMAHOgan dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Budayawan cari makan, presenter cari makan, ahli hukum cari mkn, coblosan jg cari mkn
greedaon dan qavir memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di